random thought: aq risih (debat fikih ~~ debat akidah)

Posted on 27 Desember 2017

0


saya baru saja membaca artikel di rumahfiqih, dengan pertanyaan: “Masuk Surgakah, Cak Nur?
Artikel lama, tapi saya rasa masih relevan sampai saat ini.
di dunia nyata, tentu saya enggan untuk berdebat mengenai hal seperti ini. bukan apa-apa, menurut saya, hal ini terlalu personal. masalah yang dibahas bukan lagi gimana hukumnya orang yang qunut atau tidak qunut, atau tentang habis solat bolehkah kita salaman atau berpelukan (?), atau style jenggot yang sesuai syar’i. pembahasan sudah lebih dari itu.
Perasaan risih ini dimulai ketika kemarin, ada yg ngajak discuss tentang ngucapin selamat hari natal. Menurut yang bersangkutan, melakukan hal tersebut masuk dalam takaran aqidah, yang ketika saya tanya sejauh apa konsekuensi muslim yang melakukannya, yang bersangkutan enggan untuk menjawab. saya mengambil dasar hukum mengucapkan selamat natal adalah dari sini, di situ dijelaskan bahwa ada 2 pendapat ulama besar, namun argumentasi dari keduanya tidak sampai berlanjut hingga akidah. bahwa ucapan tersebut tidak tepat waktunya, mungkin kesalahan penentuan tanggal, saya anggap sama kayak saya ngucapin selamat ulang tahun ke kakak saya yang hari lahir di aktenya beda dengan hari lahir sebenarnya (akte dibuat beberapa tahun setelah kelahiran). Ini salah, tapi ya nggak papa dilakuin. daripada harus ngganti akte sampe ijazah ya, kan?
Lalu besoknya, saya mendengar, seseorang lain yang saya kenal menyebut seorang presiden (yang beragama Islam) sebagai kafirullah. Terus terang saya risih. tapi saya juga enggan mendebatnya, mengingat dia orangnya keras. hehehe
***
dugaan saya, (aduh, manusia memang senangnya menduga-duga saja) banyak diantara orang-orang yg saya kenal tersebut, hanya membaca ulasan ulama dari satu mazhab atau aliran. Tidak mencoba mencari pendapat ulama yang lain. sehingga ketika ada orang yang berbeda pendapat dengan dia, dia merasa orang tersebut tidak benar, tidak punya dasar. Kurang mendengarkan pengajian atau kurang mengaji gitulah. Padahal, mungkin orang tersebut mengaji di ulama lain yang beda mazhab.
atau ternyata lebih dari itu. ternyata orang yg beda pendapat dengan dia, sudah mencoba membaca atau mengkaji pendapat semua mazhab atau aliran, lalu mengambil yang menurut masuk di hatinya (mantap di hati), yang kebetulan beda.
***
Masalahnya mungkin akan membuat risih saat sudah masuk ke takaran akidah. orang yang begini masih Islam atau bukan. Orang yang tidak melakukan ini apakah sudah murtad. ya seperti-seperti itu.
Saya sih berharap, tidak ada perang saja. Ingin hidup damai. (^_^)v

Posted in: Random Thought