Merencanakan Keuangan #2

Posted on 5 Februari 2012

2


Dulu, saya pernah membuat post tentang merencanakan keuangan di sini. Barusan saya membacanya lagi dan ketawa-tawa sendiri. Haha,,, Time flies, and then i’m conscious it’s been a year after I made that post.

Pada saat bikin post itu, seharusnya saya membuat perencanaan yang bagus. Tapi sayangnya, saya tidak. Saya terlalu sibuk mempelajari ilmu financial planning, tanpa pernah meluangkan waktu untuk memparaktekkannya. Padahal kan kata mbak Ligwina Hananto

“You are responsible for your own financesFinance Should be Practical!”

Tapi ya itu, namanya penyakit males udah stadium 4, gak jadi-jadi planningnya. Ibarat skripsi, udah 4 semester kagak jadi-jadi. Kalo kuliah, udah di-DO-lah gue.😀

@@@

Segala website & blog tentang financial planning udah saya baca pada saat itu. Ilmunya bagaimana, praktiknya seperti apa. Menurut saya, udah jelas banget apa saja yang harus saya lakukan untuk masa depan yang lebih baik.

Hal paling penting yang saya tangkap adalah, “saya harus menetapkan tujuan masa depan sebelum membuat financial planning“. Jadi hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuat tujuan, apa saja yang saya inginkan di masa depan. Sayangnya saya belum membuat.😦 Bagaimana mau punya rencana kalau tujuannya aja belum jelas? Ibaratnyanya orang bikinn undangan pernikahan nih ya, gimana mau bikin peta penunjuk arah kalau lokasi resepsinya aja belum ditetapkan, lebih parah lagi pasangannya aja belum ada.😀

Misalkan orang yang sukses didefinisikan sebaai orang yang tau kemana dia akan berjalan, maka saya ini bisa dibilang orang yang belum sukses. Saya belum menentukan ke depan itu pengen ngapain aja, alias tidak punya masa depan. Yah, saya sudah bekerja, tapi apakah semua harus terhenti saat saya sudah bekerja (dan menikah nanti)? Bagaimana dengan mimpi-mimpi yang pernah muncul saat muda dahulu? Apa saja keinginan yang diinginkan di dunia kerja? Semua belum berhenti. Masih banyak yang bisa kita lakukan. Tapi harus jelas.

Beberapa keinginan yang saya miliki saat ini diantaranya:

1. memiliki iPad 2.

Mengapa iPad 2? karena saya sadar, saya termasuk orang yang kalo udah menghadap internet, susah untuk meninggalkannya. Internet bagaikan mainan, dan saya adalah anak kecilnya. Saya telah membaca banyak review di internet mengenai apa saja yang bisa dilakukan iPad 2. Ketika membeli tablet ini, saya tidak melihat processornya apa, layarya bagaimana, dll, tapi yang saya lihat adalah softwarenya. Apakah memang saya butuhkan?

2. Memiliki Megapro.

Ini bisa ditunda sampai saya memang benar-benanr membutuhkannya. Saat ini saya masih punya Supra-X yang setia mengantar saya kemanapun saya pergi.🙂

3. Membeli rumah.

Ini PR terbesar saya. Sudah lama saya mendambakan mempunyai rumah sendiri. Mengisinya dengan produk-produk Ace Hardware. Haha😀 #hedon. Banyak juga teman-teman yang merekomendasikan, menawarkan, bahkan mencarikan rumah, tapi belum ada yang sreg di hati. Jika melihat-lihat ke barbagai perumahan, sepertinya rumah yang saya impikan adalah di daerah BSB (Bukit Semarang Baru). Karena uang yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk DP rumah sudah terlanjur digunakan membeli mobil untuk keperluan ibu di hometown, maka rencana yang itu saya tunda. Jadi yang harus saya lakukan adalah mengumpulkan DP untuk membeli rumah.

4. Naik Haji.

5. Memiliki bisnis.

Ya, status saya sekarang adalah karyawan. Kedua orangtua saya adalah pebisnis. #halah punya toko aja sih, hehe. Ini tantangan tersendiri yang harus saya pecahkan. Sebenarnya sudah terpikirkan selintas dualintas bisnis apa yang ingin saya geluti. Tapi masih baru keinginan, belum ada #businessPlan. #BusinessPlan ini harus segera dibuat, untuk mengukur, berapa modal yang harus saya kumpulkan. Mengenai bagaimana cara membuat #businessPlan bisa dibaca di sini.

6. Memiliki Dana Pensiun yang cukup untuk Hari Tua.

Apa itu dana pensiun bisa dibaca di sini.

@@@

Setelah menetapkan tujuan, saya harus mengecek dulu kondisi keuangan saya saat ini, caranya ada di sini.

Selama ini saya sudah rutin mencatat keuangan saya disitus ngaturduit. Baru jalan 2 bulanan sih. Tapi setidaknya saya tau bagaimana tren keuangan yang saya miliki.

Target yang saya miliki adalah Tabungan 60%, Pengeluaran rutin 20%, Pengeluaran pribadi 20%. Nanti ketika sudah harus menyicil keperluan rumah (KPR) saya bisa membuat skema Tabungan 30%, Cicilan hutang 30%, Pengeluaran rutin 20%, dan pengeluaran Pribadi 20%. Ini teorinya, praktiknya semoga sesuai dengan teori.😀

@@@

Nah, setelah tahapan di atas telah dilakukan, baru cari dengan instrumen apa biar kita bisa meraih apa yang kita impikan di masa depan, diantaranya sudah saya beberkan di post merencanakan keuangan #1. Karena saya hanya seorang keryawan, maka jalan satu-satunya ya dengan menabung, dengan instrumen-instrumen seperti emas, Deposito, Saham, dan Reksadana.

Namun, akhir-akhir ini, dari twitter saya mulai berkesimpulan, bahwa emas bukanlah sarana investasi, apalagi berkebun emas, yang sekarang kabarnya sudah dilarang oleh BI. Emas hanya dapat digunakan untuk melindungi nilai agar tidak tergerus inflasi, bukan sebagai sarana investasi. Berinvestasi dengan emas sama saja dengan berinvestasi pada saham. Fitrahnya, emas itu digunakan untuk alat pertukaran, seperti halnya dinar dan dirham.

Deposito sendiri, saya belum pernah mencoba. Dan kalau saham, saya harus mempelajari terlebih dahulu agar jatuhnya tidak seperti gambling (judi).

@@@

Nah, instrumen apa yang tersisa yang cocok dengan kebutuhan saya? Ya, sepertinya memang cuma reksadana.

Saya sudah mencoba setahun yang lalu, tapi sepertinya saya salah memilih. Setelha saya menghitung berapa nilai investasi saya dan berapa yang saya harus tabung setipa bulan di sini, saya baru sadar, reksadana yang saya pilih tidak dapat membantu saya meraih apa yang saya butuhkan. Jadi, saya harus belajar lagi memilah dan memilih dimana saya harus menabung.

@@@

Sepertinya memang menguras otak jika kita membuat financial planning, apalagi jika keinginan kita sangat besar. gimana ini menyiasatinya? Haha😀

Bukannya bermaksud itung-itungan ya, tapi dalam menjalani hidupini, kita kan memang harus bikin perencanaan. Gimana mau sukses kalo gak pernah bikin rencana? Ibadah aja juga harus bikin rencana, studi juga harus punya rencana. Kalo gak, jatuhnya bakalan menjalani hidup yang serba tidak teratur, random.

Membuat perencaan adalah bagian dari niat yang sungguh-sungguh juga kan? ^_^

Posted in: Uncategorized