Failing to plan…

Posted on 16 November 2011

0


Failing to plan is planning to fail

Plan
Jika anda menanyakan kepada saya, apa rencana yang sudah saya buat, maka saya dengan mantap akan mengatakan : ‘Tidak Ada!’ ……Satupun? ‘Ya, Tidak Ada Satupun Hal dalam Hidup Yang Sudah Saya Rencanakan.’
😦

Ya, saya adalah tipe orang yang berprinsip hidup dibiarkan mengalir begitu saja. Easy going.
Prinsip yang saya anut selama ini adalah “segalanya bisa dilakukan besok saja.”

Hasilnya? Yaa,,, bisa dilihat sekarang. I’m no one. I came up with nothing. Walaupun saya orangnya sungguh-sungguh dan serius ketika mengerjakan sesuatu, pasti ada yang kurang jika tidak ada plan.
Owl
Sebenarnya pun, saya kadang membuat rencana, tapi kemudian mentok karena malas meneruskan.

Sering kali, saya menyiapkan seuatu kegiatan tepat saat akan melakukan kegiatan itu. I’m the Last Minute Man. Apa sajakah itu?
1. Skripsi
Yeah, tantangan saat ini yang harus saya hadapi adalah skripsi. Pada saat awal meneruskan dari D3 ke S1 dulu, sebenarnya saya sudah berkeinginan untuk menyiapkan skripsi dari awal. Bahkan saat semeter pertama, ada mata kuliah Metodologi Peneltian, dosen saya sudah mewantiwanti untuk serius mengerjakan jurnal dan proposal, sehingga nanti bisa dilanjutkan denan skripsi.
Tapi,,,, hingga saat ini, saya belum yakin 100% dengan skripsi yang akan saya buat.

2. Keuangan (Financial Planning)
Ini sering banget saya bikin plan-nya. Tapi kebanyakan gagal dan tidak saya teruskan.
Tapi tadi malam saya menemukan Website Unyu ini, yang bisa dengan mudah menganalisa kondisi keuangan kita. So, kita bisa mengatur, kapan sebaiknya kita beli ini dan kapan beli itu. (yang Pasti) Saat duitnya ada.
Sebenarnya sudah lama saya bercengkerama dengan Blognya mas aidil akbar ini, tapi saya sering melewatkan begitu saja tulisan-tulisannya, tidak berusaha memahami apalagi mengamalkan. Haha,,,, Tapi lumayan, ilmu reksadana saya bisalah diuji.🙂

3. Ujian
Nah,,, ini yang adalah kesalahan yang bolak-balik saya lakukan. Saya sering belajar menggunakan sistem SKS. sudah sejak zaman seragam merah putih dulu.
Saya malas belajar kalau belum mendekati ujian.
Bahkan pas UAN dan SPMB.
Teringat dulu, pas UAN SMP, Guru saya pak F.X. Agus cukup terkesan dengan kemampuan matematic saya. Namun, hasil UAN matematika saya sangaaat biasa (cuma dapet 7). Ini karena pas UAN, saya tidak begitu bersemangat belajar. Toh dengan kemampuan ini, saya pikir saya tetap bakalan lulus. (Ampun,,, gampangan banget gue ya? Targetnya cuma lulus doang. Heheh)
Saat salaman perpisahan satu sekolahan, Pak Guru itu nanya dong: ‘Nilai matematika kamu kok biasa aja, don?’ #aduh,,, malu banget rasanya

Pun demikian pas UAN SMA. Untuk kategori anak yang beberapa kali menjuarai puncak klasemen sekolahan, nilai UAN SMA saya biasaaaa banget. Haha,,,, beberapa guru juga ada yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap saya. Tapi karena saya gak ada plan buat dapet nilai bagus banget, yaah,,, demikianlah yang terjadi.

Saya baru semangat belajar pas mau SPMB, itu pun karena nginep di kos-kosan kakak kelas, di malang. Jadi ada penyemangatnya.
Hasilnya sangat memuaskan. Walaupun, saya memilih jurusan dengan passing grade yang gak begitu tinggi.
Tau gitu, kalo saya bisa punya semangat belajar, udah saya embat tuh kampus ITB. #aih #sombonngnyaaa

4. DAN LAIN-LAIN.
Rasanya ketiga item di atas sangat menggambarkan betapa easy goingnya saya.
Dan saya benci itu.
Tapi saya belum ada ‘mood’ buat merubahnya.

But, Insya Allah,,, I am changing, to be a better person.
Mulai dari hal yang kecil dulu.

Posted in: Uncategorized