Social Network

Posted on 27 Juli 2011

2


Oke, bisnis yang sedang menjamur di dunia internet kali ini adalah bisnis social network. Social network digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi/ bersosialisasi di dunia maya. Mengapa? Karena mereka merasa bahwa berkomunikasi di dunia nyata masih kurang. Really????
Ingatkah kalian dengan jaman jayanya friendster? Itulah jamannya awal social network digandrungi. Yang lama telah berpisah, akhirnya kembali bersua. Sahabat lama kembali bisa bercanda ria, walaupun itu hanya sebatas komen di wall. Yang lagi tidak merasa enak dengan lingkungan yang ada sekarang, bisa ber-haha-hihi dengan teman akrab via Friendster. Walaupun, dulu kebanyakan bisa bukanya lewat komputer, dan kebanyakan lagi lewat warnet.
Setelah ada Facebook, wabah Social Network makin menjadi. Facebook memberikan sarana kepada penggunanya untuk: bernarsis ria, berpamer status, bermain poker, bersindir-sindir lewat komen status, bertag-tag-an foto, berbagi kemesraan di depan umum (maya), dll. Dunia maya serasa dunia nyata, apalagi di dukung dengan mobile device canggih yang makin terjangkau harganya. Jadilah di kantor buka FB, sambil makan pantau Facebook, kuliah disempetin update satus, bahkan ada yang chatingan FB dari WC sambil, yeah, you know, boker. Haha,,,
Lalu muncullah Twitter. Yang ini lebih manusiawi. Tapi tetep bikin kecanduan. Dan “you are who you follow” lebih relevan daripada “you are what you tweet.”
Dan itulah, Social Network telah mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Social network telah menghabiskan sebagian waktu luang kita, yang seharusnya untuk istirahat, atau untuk keluarga, menjadi waktu untuk bersosialisasi lagi, dengan teman yang berjarak di jauh sana. Waktu kita habis untuk bersosialisasi, dengan teman-teman-teman dan teman lagi.

 

Facebook shallow

Sejak jaman Friendster, sampe jaman Nazaruddin yang heboh bersama G+ ini, saya selalu nyandu dengan Social Network. Pernyataan tentang Social Network di atas, adalah pendapat pribadi saya selama saya menjalani kehidupan social lewat dunia maya. Saya benar-benar kecanduan. Saya kadang lebih mementingkan hubungan maya saya daripada hubungan nyata. Resah rasanya bila sehari tidak buka FB, atau tidak ngecek timeline twitter.
Kapan saya menyadarinya? Yaitu saat akun FB saya di-hack. Saya tidak tahu siapa dia yang meng-hack atau mem-block mungkin. Api saat itu saya merasa sangaaattttt kehilangan. Seperti kehilangan semangat hidup (oke, bagian yang ini lebay). Saya benar-benar kecanduan, saya benar-benar sakau. Astaghfirullah!!!! Hati jadi resah dan gelisah. Dalam benak muncul pertanyaan-pertanyaan semacam: si itu gimana ya kabarnya? Ada yang ngisi wall-ku gak ya? Foto yang kemarin sudah di-upload gak ya? Statusku yang terakhir ada yang komen gak ya? Yang ngirim pesan kemarin gimana ya? Gollyyyyyy,,,,, aku benar-benar gak bisa konsentrasi.
Tapi twitter bisa mengobati kecanduan saya dengan Social Network. Di sini bisa dapat banyak ilmu, banyak teman baru, banyak info-info gak penting tapi lucu, banyak bahan guyonan, dll.
Dan pada saat baru-baru ini saya memulai meng-akrabi G+, muncul sebuah pikiran dalam benak saya: “man, do we really need this stuff?” ~~~ No, not us, sorry. I mean me, my self.
Masih kurangkah pergaulan dengan lingkungan kita yang sekarang?
Saya perlu mencoba mengatur waktu lagi. Apa jadinya saya bila tanpa Social Network? Apakah saya masih bisa menjalani hidup normal seperti biasa? Saya akan mencobanya.
***
Ketika sahabat lama sudah tersimpan namanya di ponsel, ketika orang-orang yang kita cintai sudah menanyakan keadaan kita setiap hari, masihkah kita butuh Social Network

Posted in: Uncategorized