127 Hours

Posted on 9 Februari 2011

0


Alkisah pada zaman dahulu kala, terdapat 3 orang yang terperangkap di dalam gua. Ketiga oarng tersebut masuk ke sebuah, dan tiba-tiba gua tersebut tertutup batu yang sangat besar.  Apalah daya, segala kemungkinan seakan tak mungkin dilakukan. Dengan segala kepasrahan, masing-masing oarng tersebut lalu bertawassul dengan amal salihnya yang dirasakan paling ikhlas yang pernah dilakukan.

Orang pertama, bertawassul dengan amalnya memelihara hak buruh. Orang yang kedua bertawassul dengan amal baktinya kepada kedua orang tuanya. Orang yang ketiga bertawassul dengan takutnya kepada Allah sehingga menggagalkan perbuatan keji yang pernah ia lakukan.

And,,, it worked. Batu besar itu bergeser, sehingga ketiga orang itu bisa keluar dari gua. (HR Muslim 7125) Subhanallah.

***

Alkisah, beberapa tahun lalu, ada seorang pemuda climber, yang terperangkap juga di sebuah tebing, yang lalu difilmkan di film ini, yang berjudul 127 hours.

Manusia, karena banyaknya menyimpan rahasia, atau karena gak tau kenapa gak suka aja direcoki kayak anak kecil, atau karena kejumawaan seakan gak butuh orang lain, atau karena alasan “bukan urusan elo!” gak njawab ketika ditanya “mau kemana?”…………………………………………..#kalo boleh jujur, ini tuh gue banget#😦

That simple thing became a very huge mistake that aron did in those movie.  And the thing is the movie tells about true story. So, yeah, Aron is not a fictitious character. It’s mean that : He is relly exist. Oh my God!!! –ya ampun bahasa gue bikin cenat cenut-

Aron is a backpacker. Dia hoby banget jalan-jalan kayak Mbak Trinity, tapi jalan-jalannya gak sembarangan sih, ke grand canyon, panjat tebing, ke Damn, eh maksudnya Dam, ke celah celah tebing yang curam.

At one time, Aron terjebak dalam tebing, dimana dia gak bawa alat komunikasi, trus gak ngomong sama siapa-siapa dia mau pergi kemana, yasud deh,  harus berjuang sendiri keluar  dari jebakan. Perjuangan yang sangat hebat. menunjukkan bagaimana semangat hidup seorang manusia. mental yang sangat kuat adalah mental seperti Pak Aron ini.

Pak Danny Boyle, kali ini bikin film ini jadi oke banget. Saya nonton ini tanpa ekspektasi apa-apa, tanpa baca review (cuman tau kalo ini masuk nominasi Oscar), pas liat openingnya asyik banget. Kirain ini perjalanan 127 jam berbackpackeran gitu. Eternyata gak gitu. Introductionnya kerasa banget betapa asyiknya menceburkan diri ke dam, trus setelah itu title muncul, mulai deh,,,,, tegaaaanggg terus sampai ending. Benar-benar kerasa bagaimana rasanya ketika sebuah acara jalan-jalan yang fun, yang asyik, yang stressless, bisa tiba-tiba jadi berubah so baaad and so saaaadddd saat sebuah kecelakaan terjadi.

Main cast-nya, yaitu James Franco (keturunan perancis apa ya?) bermain apik disini, ekspresinya pas kesakitan, ketika dah dehidrasi dan mulai berhalusinaasi, dan seterusnya.

Dan jangan lupa, scoringnya dong, A. Rahman punya. Bener-bener mendukung suasana nonton nih film.

And in the end, aron will always note where he want to go somewhere. J

****

And back to the kisah yang pertama.

jika seandainya kalau,,,,, anda terjebak seperti di kedua situasi di atas (jangan sampe deh ya – ketok-ketok meja), kira0kira, amaln apa yang akan berani anda tawassulkan??????

Posted in: Uncategorized