rebutan

Posted on 5 Februari 2010

0


sudah menjadi suatu kewajaran, bila terdapat suatu kompetisi dalam dunia bisnis. tetapi lain halnya jika bisnis tersebut adalah “bisnis sedekah.”

***

jadi, di masjid agung Semarang/ Kauman yang ada di deket kos saya, setiap jumatan banyak pengemis yang berjejer di pintu gerbang masjid. berharap uluran tangan para orang-orang yang habis menunaikan ibadah solat Jumat.

beberapa kali saya pernah memberikan uang pada salah satu dari barisan itu. karena banyak, biasanya saya memilih yang paling tua. agak kaget juga melihat cara mereka menerima uang dari saya, dengan agak agresif, dan terkadang seperti “merebut” dari tangan saya. saya menduga mereka melakukan itu karena takut diambil rekan mereka yang lain.

***

dan pada beberapa minggu lalu, saya mendengar obrolan di warung mengenai perkelahian beberapa “pengemis jumat” itu. sebabnya karena ada beberapa pengemis merasa tidak mendapat perlakuan yang adil, sehingga hanya mendapatkan sedikit sedekah, sedang yang lain mendapatkan berlimpah.

salah seorang bapak di warung nyeletuk : ya baiknya sedekah itu dikumpulkan dulu, lalu dibagi rata pada tiap pengemis. yang lain nyeletuk, ebaiknya barisannya itu digilir setiap minggu. jadi yang paling depan bisa berganti-ganti.

saya cuma bisa mendengarkan.

yang lain lagi nyeletuk : “lha wong mereka emang sulit diatur og.”

Posted in: Uncategorized